Senin, 01 Oktober 2012
Sebuah tornado menerpa ladang kering yang sedang dilalap api di Brasil hingga membentuk angin puyuh api setinggi puluhan meter. Fenomena langka itu terjadi akibat dari kebakaran semak belukar yang luas kemudian diterjang angin puyuh sehingga makin panas dan membakar semua yang dilewatinya.
Kejadian tersebut terdeteksi oleh video yang kemudian dikenal sebagai api setan, yang menghubungkan lahan daratan terbakar dengan langit. Tampak dalam video yang dirilis the sun, Rabu (25/8/2010) waktu setempat, api menjulang tinggi menari lenggak lenggok di tengah-tengah kebakaran yang melanda di Aracatuba, tak jauh dari Sao Paulo, ibukota Brasil di Amerika Latin.
Bila tinggi api kebakaran di lahan tersebut sekitar 2 meter maka api setan yang muncul akibat terpaan puting beliung ini mencapai puluhan meter. Sama seperti angin puting beliung biasa, hanya saja ini bukan debu tapi api merah menyala. Untuk melihat videonya bisa diklik di sini.
Tampak seperti angin puyuh api spiral setinggi beberapa meter, dimana penduduk setempat menamakan "api setan" yang siap melalap apa saja yang dilalui. Diperkirakan, gabungan antara api dengan angin kering ini meningkatkan suhu dari api itu sendiri sehingga makin ganas melalap objek yang terbakar.
Badai api itu juga ditakuti warga karena kekeringan di Brazil sering memicu terjadinya kebakaran hutan maupun padang ilalang. Akibat kebakaran ini, kualitas udara ibukota Brasil makin buruk dan tingkat polusi makin tinggi.
Pemerintah setempat sudah melarang petani tebu untuk membakar limbah usai panen demi mencegah kebakaran meluas dan memperburuk kualitas udara.
Angin tornado api atau dikenal sebagai "api setan" ini jarang terjadi. Di Tokyo Jepang pernah terjadi hal serupa tahun 1923 yang dipicu oleh gempa bumi dahsyat dan menewaskan lebih dari 38.000 jiwa hanya dalam waktu 15 menit. (*)
Fenomena Pelangi Mengelilingi Matahari Jogja
Indonesia, kalau dulu pernah terjadi di bogor (baca : Halo Matahari Fenomena Terbaru Pelangi Mengelilingi Matahari Di Bogor) kali ini fenomena halo matahari terjadi di jogjakarta. Halo Matahari merupakan sebuah peristiwa alam yang unik terjadi di langit Yogyakarta, Selasa (4/1). Matahari terlihat dikeliling pelangi. beberapa saksi menuturkan fenomena cincin pelangi ini makin lama makin terang. Sudah lebih setengah jam cincin itu belum juga hilang. Bahkan beberapa peserta yang mengikuti kuliah umum Profesor Suhartono Wiryopranoto tentang perpindahan Republik Yogya di Universitas Gajah Mada berhamburan. Mereka memotret fenomena alam yang jarang terjadi ini. Satu peserta yang keluar dan memotret, Sulistyono mengatakan peristiwa ini sering ia lihat ketika masih kecil. Menurut cerita orang tuanya, tanda alam ini mengisyaratkan raja sedang bersedih atau ada peristiwa yang tidak biasa sedang terjadi.
Sumber Artikel : http://jurug.blogspot.com/2011/01/fenomena-pelangi-mengelilingi-matahari.html .
Copyright Berita Indonesia - Under Common Share Alike Atribution.
Foto Fenomena Alam: Pelangi Muncul di Jalan Raya
Seorang pengendara mobil berhasil mengabadikan sebuah fenomena pelangi yang berujung di jalur tengah sebuah jalan raya, hanya beberapa meter di depan mobilnya, saat ia sedang melintas di jalur cepat M25, Surrey, Inggris.
Seperti ditulis Daily Mail (22/9), fenomena itu menciptakan sebuah pancaran cahaya kekuningan saat mengenai aspal jalan.
Pelangi menakhjubkan tersebut telah membuat perubahan yang terang pada jalan gelap.
Lenurut mitos ada sebuah guci emas di ujung pelangi yang disembunyikan leprechaun (tokoh peri tua bermantel merah atau hijau dalam cerita rakyat Irlandia).
Meskipun demikian, pengendara mobil itu tidak segera menghentikan kendaraannya ke bahu jalan sehingga ia dapat melihat dengan jelas fenomena tersebut.
Pelangi memiliki beragam mitologi dalam berbagi budaya. Dalam mitologi Romawi pelangi diyakini sebagai jalan yang dibuat oleh seorang utusan antara Bumi dan Surga.
Dalam mitologi Tiongkok kuno, pelangi adalah celah langit yang dijaga Dewi Nuwa dengan mengenakan busana dalam lima warna berbeda.
Bagi bangsa Aborigin Australia, naga pelangi adalah sang pencipta, sedangkan bagi umat Kristiani, pelangi diyakini sebagai ikrar Tuhan, untuk tidak menghancurkan dunia dengan bencana banjir. (Erabaru/DM/sua)
Langganan:
Postingan (Atom)




